Senin, 27 Juli 2020

I'M ILFEEL

Setelah sekian lama ruang celoteh ini berdebu, pada akhirnya berbunyi lagi 🎊🎉

      Tik…tik katanya, tapi gak bunyi hujan😅. Sejak 2013 blog ini May miliki, sudah banyak artikel yang May buat tanpa dibaca orang lain. Tahun 2020, di tengah teman-teman yang mengisi waktu pandemi ini dengan nge-blog, mungkin inilah saatnya memulai kembali. Berjuta kali menetapkan hati untuk berceloteh lagi, akhirnya tepat di hari ini. #autosokpuitis

Taraaa….you have to read to the end sahabat!🤩

             Kita mulai ya ngedongengnya😁 Beberapa hari lalu, seorang adik cerita panjang dan sempat mengatakan satu kata yang terdengar tidak asing bagi May sendiri "ilfeel". Ilfeel bisa dikatakan sebuah ungkapan perasaan seseorang yang hilang kepada orang lain dan berganti dengan rasa negatif, biasanya disebabkan  tingkah laku atau lisan orang tersebut di lingkungannya. Perasaan ini terbilang wajar untuk seorang insan yang notabenenya merupakan mahluk sosial yang berinteraksi dengan satu dan yang lainnya, tetapi May mikir apa sih jadinya kalau perasaan ini terlalu berlebihan? Kan semua hal yang berlebihan gak baik. 😉

           May coba survey kecil-kecilan ke beberapa teman dan hasilnya 1:10 dengan poin lebih besar untuk seorang perempuan merasa ilfeel kepada orang lain, dibanding laki-laki. Bisa jadi hal ini terjadi karena faktor perempuan lebih ambil peran dengan perasaan dibandingkan pemikiran, kayak laki-laki. Dari survei itu, May nemuin banyak dampak sama lingkungannya ketika perasaan itu hadir di hati atau pikirannya.

1. Ketidaknyamanan Beraktivitas
      Pada saat ilfeel menjalar ke pikiran (hati), otak membuat respon untuk merasakan ketidaknyaman kepada diri saat berada di sekitar orang yang kita rasa ilfeel. Teman May sampai ada yang bilang “ya gimana gitu, kalau kita udah ilfiil sama orangnya, rasanya perbuatan baiknya berasa angin lalu gitu”.

2. Selisih Paham Dengan yang Bersangkutan
          Rasa ilfeel muncul ketika seorang sangat memperhatikan gerak orang lain hingga melihat keanehan, kejanggalan atau bahkan berlebihannya reaksi seseorang terhadap sesuatu. Poinnya berarti, orang yang ilfeel terhadap orang lain bukan berarti yang di-ilfeel-in melakukan kesalahan, ya gak sih? tetapi perasaan ilfeel menuntun rasa tidak akan sejalan dengan orang lain yang dia rasa ilfeel. Nyambung gak? May muter-muter😵

3. Memunculkan Permusuhan
               Orang yang telah memberi impuls kepada otak tentang rasa ilfeel  dengan otomatis menghindari apapun dan bagaimanapun hal-hal terkait orang tersebut. Dengan kata lain akan meminimkan komunikasi antara keduanya,. Selanjutnya, hal yang terjadi timbul rasa canggung berlebih dan memutuskan silaturahim, hingga hilang tak berbekas. Sakit. 💔

4. Ghibah Ataupun Fitnah (Intinya Ngomongin Orang)
             Parahnya ini, jika setiap step by step orang sakit ada tahapannya ini tahapan terparah dari ilfeel. Ketika semua teredam dan menemukan kesalahan sang empu yang di-ilfeel-in udahlah otomatis (apalagi cewek) dia akan bercerita ria dengan teman yang satu frekuensi dengannya, berdoa saja si teman tidak bicara sama temannya lagi dan begitu seterusnya. Bisa dosanya gotong royong kan ya🤣

Setelah dampak-dampak ilfeel dijelasin sedemikian rupa, pertanyaan yang May ingat betul adalah tentang bagaimana agar rasa ilfeel ini gak muncul dengan mudahnya di pikiran kita (tapi bagi May, sebenarnya, itu ilfeel ada di hati, gak di pikiran aja). To the list again yau….

1. Tak Kenal, Maka Tak Sayang
               Kata-kata ini sering banget didenger buat pembukaan moderator atau gak pembawa acara ketika mau kenalan ke penonton (audiens). Biasanya, May gak mau buat perspektif (gitu gak si tulisannya) di awal kenalan atau awal ketemu orang, karena kita gak bisa menilai orang hanya dengan melihat satu atau dua kali yang dia lakuin ataupun tingkahnya. Jangankan yang baru kita temui, teman lama kita aja belum tentu kita kenal dengan sangat-sangat kenal. Maka dari itu, bagi May gak adil buat siapa pun ketika baru mengetahui orang lain, tetapi sudah pandai menilainya. Kan kita bukan juri pencarian bakat 😅

2. Gak Ada Andra N The Backbone ‘Sempurna’
            Kalau udah kenal lama, inget ini! Harus dan sangat. Iyalah, manusia mana yang sempurna? Manusia itu tempatnya kekurangan. Entah itu kurang dompet, kurang ajar aja jangan ya hehehe. Hal ini bisa jadi sebuah rujukan, dimana ketika kita kenal sama orang jangan sampai kita berekspektasi lebih kepada orang itu. Nanti kecewa, ilfeel pun terbit. Boleh saja berekspektasi, tetapi bukan berarti harus sempurna tanpa celah dan sesuai keinginan kita. Pun kita juga harus tau diri kalau kita juga banyak kesalahan dannnnn dunia gak seindah itu sahabat. Sesuai keingannmu, oh tidak bisa.

3. Setiap Hal Ada Pembelajarannya
            Hal yang kadang May selalu melupakan adalah sebuah pembelajaran dari kemalangan atau hal memalukan yang diperbuat orang lain. Biasanya, orang gak akan merasa apa yang dia perbuat itu gak baik sebelum diigatkan oleh orang lain. Bisa juga kita menyadari kesalahan itu dalam jangka waktu tertentu. Contoh sederhananya, hari ini kita foto, besok kita lihat hasilnya, akan timbul dua hal yang bisa jadi bagus, atau malah kita gak sadar pose kita itu gak banget buat dilihat orang lain, terus kita hapus deh. Sama, hal yang buat kita ilfeel juga bisa jadi gitu. Tugas kita mengingatkan dan juga ambil pelajarannya apabila menemukan situasi yang sama, atau kalau berasa berat kita bisa pilih salah satunya. Lalu berdoa, semoga waktu menyadarkannya. 

4. Ngomongin Orang Sama Musuhan Tuh Dosa, Rugi
            Bener=ghibah, salah=Fitnah. Terus masih mau dilakukan, meski nikmat si memang😄. Dosa memang nikmat. Seperti yang udah May buat poinnya, rasa ilfeel itu tanpa sadar membuat jarak dengan orang lain yang kita rasa 'Dia ng-ilfeel-in banget sih'. Itu buat rugi, sangat. Bisa jadi kamu butuh bantuannya suatu hari nanti. Dunia itu gak berputer sama diri kita aja, bisa jadi kita gak masuk di dalam porosnya.

May ngomongin tentang ilfeel gak hanya karena salah satu adik yang cerita tentang rasa itu, tetapi lebih ke self reminder buat May juga, atau kalian juga. Senangnya saling mengingatkan🤗. Mungkin pemikiran May gak semuanya bener, tapi itu hasil dari May ngulik-ngulik ngasal dari orang-orang yang hobbynya adalah ilfeel. Gak juga hobby sih sebenarnya, tapi pernah😆 Terakhir, hal yang harus selalu ditanemin buat siapapun termasuk diri May sendiri 

“Setiap orang punya kadar salahnya masing-masing, dan sifat, serta sikapnya sendiri-sendiri. Tugas kita mengingatkan, bukan untuk mengubahkan semau kita, apabila semua terasa sulit, diam. Iya, karena kita gak perna tahu, kata mana yang bisa buat hatinya rapuh. Doain ke pemilih hati, itu udah lebih dari cukup. Daripada ngomongin orang lain”.  


Musi Banyuasin, 28 Juli 2020
Celoteh My May 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hati=Lisan

Hai !!! Udah lamaaaaaa banget, Aku nggak nulis di sini. Terasa berat memang, karena bebarengan dengan penulisan skripsi yang ngg...