Rabu, 05 Agustus 2020

A Love So Beautiful, Kebayang Betul....


Haiiiii Sahabat๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐ŸŒบ

Kurang lebih satu pekan yang lalu May baru aja baca tentang remake serial drama Mandarin yang judulnya A Love So Beautiful. May pribadi nantiin banget serial ini di remake jadi K-drama. 

Why??? 
Gak tau ya, setiap bagian drama ini. Tokohnya ataupun karakternya seolah lekat banget di pikiran penonton, karena aktor dan aktrisnya bawain-nya seolah ya itu diri mereka yang sebenarnya (mode sok-sokan, on). 

So May bakalan bahas drama ini sebelum remake-nya beneran udah jadi. You must read until end, Sahabat.... 

Drama ini kalo bahasa Mandarinnya Zhรฌ Wรด Men Dฤn Chรบn Dรญ Xiรขo Mau Hรขo, May gak hafal-hafal๐Ÿ˜‚. Genre drama ini lebih ke komedi, drama romantis gitu dan pertama kali tantang dengan 23 episode+ 1 ekstra episode lebih kayak ke flashback pada tanggal 9 November s.d 7 Desember 2017. Ketika kalian nontonnya, gak akan nyangka kalo drama ini tahunnya segini. Cerita serial drama ini diangkat dari novel karya Zhao Gangan dengan judul To Our Pure little Beauty dan saat dibuat drama disutradarai oleh Yang Long dengan lokasi syuting di Zhuji, Hangzhou. 

Okay, itu tadi sedikit eksternal dari drama ini sendiri. May akan mulai ke internalnya dan semoga gak mengandung spoiler ya๐Ÿ™‚

C'mon beb.... 

SINOPSIS:

        Masa SMA merupakan masa paling indah---katanya. Masa ini tuh selalu jadi cerita dibalik cerita, apalagi terkait cinta. Chen Xiaoxin yang diperankan oleh Shen Yue mengalami yang namanya jatuh cinta kepada teman, tetangga sedari TK-nya yaitu Jian Chen yang diperankan Hu Titian. Rasa cinta gadis periang ini seolah tanpa beban dengan perilaku kecilnya yang manis dan lucu sebagai bentuk usaha penarik perhatian lelaki dingin yang padahal selalu satu sekolah dan satu atap rumah susun sedari kecil dengannya. 

      Jian Chen adalah sungguh kebalikan dari seorang Xiaoxin, dingin, tenang, dan cerdas. Meskipun begitu, seolah karakter ini menarik dan memikat banyak penonton dan tidak terlepas dari greget yang dialami selami melihat serial drama ini. Perhatian kecil dimulai dari membawa sarapan setiap pagi, menjadi feminim, dan mencoba pintar dengan tindakan konyolnya dilontarkan sebagai perwakilan dari perasaannya, tetapi semuanya seolah dianggap angin lalu oleh Jian Chen. Semua berubah saat Wu Bosong atlit renang nasional yang diperankan oleh Gak Zhiting, lelaki yang memanggilnya 'Bos' dan berusaha selalu ada saat dibutuhkan. Hampir beberapa episode awal hanya disuguhi rasa cemburu kepada Li Wei---gadis pintar dan cantik di kelas dan suka kepada Jian Chen. Kedatangan Wi Bosong seolah menjadikan kerumitan dan keadilan dalam kisah ini. Kecemburuan Jian Chen dikemas dengan keanehannya dan itu mengemaskan☺

       Drama ini gak hanya bercerita tentang kerumitan dari cinta segitiga, namun juga tentang perjuangan memasuki jenjang perguruan tinggi. Kalo dari sudut pandang May pribadi kita seolah diajak berpetualang kembali ke masa dimana putih abu menjadi cerita gitu. 

Rasa nontonnya gak sampe meninggal kok๐Ÿคญ

       Drama Mandarin selalu dengan ciri khasnya banget tentang kehidupan sosial dan pendidikan yang jadi saya tarik tersendiri dibanding drama keluarga lainnya. Cerita di dalamnya membuat bergejolak dan penasaran kelanjutannya dari setiap episode. Meskipun May akui setiap peristiwa yang diangkat merupakan hal receh yang ada dan terjadi di sekitar kita, terutama remaja. May takjub dari ceritanya adalah kepiawaian sutradara dan penulis membawa alur yang tidak disadarinya penonton, salah satunya tentang '5 Sekawan' yang tanpa kita sadari melewati berbagai masa bahagia dan krisis bersama. 
        Persahabatan di dalamnya dikemas sedemikian rupa berbeda dari cerita persahabatan yang ada. Misalkan scene menolong Xiaoci dari amarah sang Guru Fisika, bermalam tanpa sengaja karena 'kuis berhadiah' yang akhirnya membuka tabir cinta Wu Bosong. Atau bagian lain mengenai ayah, hadiah, dan perselingkuhan yang ternyata jam tangan bukan untuk siapapun, baik Xiaoci maupun Jingxiao (Wang Ziwen). 
          Tapiiiiii....
Love triangle bukan menjadi satu-satunya saya tarikan sorotan. Kisah Lu Yang (Sun Ning) membuat request dan review meminta sequel dari pemeran tersebut bersama Jingxiao. Kalau dari sudut pandang cerita gak diragukan lagi, bahkan May menemukan banyak sekali review yang gak move on dari cerita dan pemeran beserta karakter para aktor dan aktris. Membangun karakter baru kembali akan lebih sulit, bayang-bayang A Love So Beautiful menghantui. May rasa. 

Cukup ya spoiler yang ditahan-tahan ini๐Ÿ˜

        Meskipun cerita terlihat fokus dengan cinta-cintaan anak muda, terlebih saat melirik judulnya sendiri, tetapi semua akan berubah ketika kalian selesai menontonnya. Dilema Xiaoxi yang takut akan tidak satu Perguruan tinggi dengan Jian Chen seolah mewakilkan siswa yang dilema tentang jenjang lanjutannya yang tidak akan didapatkannya di tempat favorit atau tidak sesuai planning yang telah dimimpikan. Persahabatan yang selayaknya seleksi alam tergambar dan tersirat jelas di dalam cerita, persaingan secara alami terjadi antarsatu dengan yang lain. Masa sulit yang datang menghampiri menjelaskan hanya orang-orang itu saja yang ada di sisi. Masa pasca studi seolah terus membuat lingkungan berganti dan bersaing dengan realita, semua dihantarkan dengan cerita yang apik dan mudah dicerna. 

Perfect banget May, gak ada munisnyakah? ๐Ÿคจ

Ada. Gak ada yang sempurna. 

Misal, di kasus tertidurnya Xiaoxi yang me menunggu di pagi buta dengan posisi duduk. Dia tidak terjaga sama sekali sampai matahari terang, tetapi semua tertutupi oleh momen manis yang disuguhkan. Kebegoan dan gengsi Jian Chen yang memberi MP3 saat karantina. nyebut nama Xiaoxi aja susah kali. ๐Ÿ˜

Terlepas dari itu semua, bagus atau gak-nya balik ke individu masing-masing. Note! Serial drama ini amat sangat rekomendasi buat kalian terutama yang suka kali dengan drama keluarga. 

Oh ya, hal yang paling May gak nyangka adalah ending yang dibuat open ending. Satu sisi tidak memuaskan penonton, tetapi di sisi lain membuat kesesuaian ending yang 'terserah' penonton. Sekarang May lagi cari novelnya yang terjemahan, semoga segera bertemu. ๐Ÿ™ƒ


Last but not least.... 

"Cinta bukan hanya perkara sepasang insan yang terus hadir dan memandangi satu dengan yang lain. Lebih dari itu, semua terlihat indah ketika satu dengan yang lain terus bertahan membersamai dalam setiap langkah, pikiran, dan doa"




Musi Banyuasin, 5 Agustus 2020
My May ❤


Sumber: Wikipedia dan beberapa media berita daring 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hati=Lisan

Hai !!! Udah lamaaaaaa banget, Aku nggak nulis di sini. Terasa berat memang, karena bebarengan dengan penulisan skripsi yang ngg...