Jumat, 18 Juni 2021

Hati=Lisan

Hai !!!
Udah lamaaaaaa banget, Aku nggak nulis di sini. Terasa berat memang, karena bebarengan dengan penulisan skripsi yang nggak punya ujungnya kecuali lulus ๐Ÿ˜‚
Semoga.... Aku, Kamu, Mereka, Dia dan Kita Semua dalam keadaan baik, sehat terus meskipun pandemi melanda tiada terputus๐Ÿ˜ž

Tulisan ini bakal ngebahas tentang, kenapa sih orang-orang mengatakan maaf setelah melukai hati orang lain secara sadar itu berlaku untuk semua nggak sih?

Let's go to the read ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

kehidupan sosial dan bermasyarakat selalu saya akan asing sama yang namanya bercanda, komunikasi, ngobrol, bahkan ngegibah ๐Ÿ˜ konsep dari obrolan atau sosialisasi berbentuk komunikasi di keseharian, biasanya hanya memikirkan jangka pendek keberlangsungan pembicaraan. Sangat jarang atau bahkan tidak pernah memikirkan bagaimana dampak atau output dari kegiatan tersebut (serius banget bahasanya)๐Ÿคฃ
Orang-orang hanya sibuk tentang kebahagiaan sesaat ketika kegiatan keseharian itu berlangsung. Level tertingginya adalah ketika mereka tidak berpikir ulang tentang apa yang telah diucapkan hingga saat itu terasa menyakitkan, mulailah permintaan maaf diucapkan(tapi,  banyak juga kok yang nggak minta maaf sama sekali, bacanya nggak tahu diri hihi).
Kita ketahui bersama tentang apa yang telah menggoreskan hati tidak serta merta mudah untuk diobati. Baiknya, apabila kamu ingin mengatakan sesuatu meskipun konotasinya adalah bercanda mari berpikir ulang. Kenapa hal itu harus kita lakukan ini menjadi tanda tanya yang besar di kepala, agar tidak terjadi drama permohonan maaf. Mending permohonan dana, dapat duit๐Ÿ˜
Ingat ini ya temen-temen ❤️
Pertama, kita tidak pernah tahu hati orang yang kita bercandai itu sedang baik atau buruk.
Kedua, kita tidak tahu sikap aslinya mereka yang seutuhnya, apalagi tidak dalam konteks teman baik atau teman dekat bahkan bukan teman yang jangka lama.
Ketiga, luka yang tergores itu tidak bisa kembali lagi meskipun bisa terobati namun harus diingat luka tetap akan berbekas. Seperti yang dah dibilang di atas๐Ÿ˜”
Terakhir, biasakan menganalogikan diri orang adalah diri kita, jadi apabila kita menjadi dia bagaimana perasaanny?
Berasa tutorial masakan๐Ÿฃ

Mulai sekarang biasakanlah untuk mulai berpikir tentang hati masing-masing orang yang ada di sekitar. Lalu, hal yang harus selalu diingat tentang lidah merupakan senjata yang paling tajam. Lantas, bagaimana cara kita berkomunikasi tanpa membuat hati orang lain sakit.
Pertama, bercandalah tanpa menghina kondisi, situasi, atau bahkan fisik seorang individu, kelompok maupun keluarga.
Kedua, biasakan memahami sifat dan sikap lawan bicara sebelum menuju titik saling bercanda.
Ketiga, lihat kondisi baik-baik lawan bicara. Apakah dia sedang baik atau buruk atau bahkan sedang ditimpa musibah.
Terakhir, senyum dan  selalu  tempatkan orang lain adalah diri kita agar merasakan situasi dan kondisi yang sama yang mereka rasakan.
Fix,besok buat tutorial masak๐Ÿคฃ

Segitu dulu obrolan dan opini yang gak mini ini๐Ÿ˜ dari Aku. Nanti nulis lagi topik lain, kalau gak sok sibuk๐Ÿ™ƒ
"Jadilah seseorang yang baik dalam berkata-kata, sebab  kata-katamu adalah cerminan dirimu"

Sabtu, 22 Agustus 2020

Mahasiswa Baru, Kuyakin Kalian Rindu ๐Ÿ˜Š

Pict: IDN Time

Second part of the movie topic in my blog.... 
Okay, May akan bahas tentang film dari Indonesiaku yang telah berumur 75 tahun beberapa hari yang lalu. Eloklah terus negeriku ๐Ÿค—

Judul film kali ini adalah Mahasiswa Baru, rilis 8 Agustus tahun lalu, disutradarai oleh Lukman Sardi dan Reza Katja. Genre film komedi-drama. Komedinya sendiri ringan dan sedikit kurang mengocok perut memang, tetapi dramanya kentel kayak SKM. Film ini rilis tepat ketika banyak beberapa universitas di Indonesia masuk tahun genap. 

Apabila setiap orang mendengar kata Maba atau Mahasiswa Baru pasti yang terlintas tentang.... 
Unyu. 
Cantik. 
Muda. 
Dannnnnnn masih banyak lagi, kecuali keriput. 

But alias tapi, di film ini logika kalian akan diporak-porandakan. 

Sinopsis: (semoga ini gak bermakna spoiler, tapi tetap tugasnya sinopsis) ๐Ÿ˜

Lastri diperankan oleh Widyawati kembali ke bangku kuliah di usia senjanya membuatnya bertemu empat remaja dengan latar belakang dan ego mereka masing-masing. 

Cerita film ini berkesan ringan, dirangkai dengan epic sampai kita merasa semuanya plotwist ringan. Film ini memaparkan sudut pandang berbagai karakter mahasiswa baru dengan kelahirannya dan 'keikut-ikutannya'. 

Penilaian pribadi tentang film ini berasa gak  ada celah untuk mengatakan kurang, meskipun terkesan lambat alurnya, tapi gak buat kesel. Bagi May pribadi yang emang sebagai mahasiswa juga merasa relate banget dengan yang ada di film dan ditemui di dunia nyata. Kalau May merasa film ini bagus karena memang konflik yang diangkat pas dan diraskan semua mahasiswa ini hanya opini May je. 

Film ini rekomen? Iya, terlebih untuk kalian para Mahasiswa Baru, ditambah pandemi kalian belum bisa merasakan satu semester baru. Untuk para pejuang pengenalan kehidupan kampus, smangat bermanfaat terus guys.... 

Film dengan happy ending yang berawal dari nenenk berkuliah menghantarkan kepada permasalahan banyak teman barunya, adaptasi yang gak berujung di pikiran Lastri, hal itu pun terjadi pada Mahasiswa Baru tlyang sesungguhnya. 


"Kehilangan bukan berarti kau harus berhenti. Kehilangan adalah alasan untuk kamu terus bergerak. Lagupun akan mengalun tanpa tahu kapan berkahir, saat ini nikmati saja alunannya"
~Lastri "Mahasiswa Baru"



Musi Banyuasin, 25 Agustus 2020

Rabu, 05 Agustus 2020

A Love So Beautiful, Kebayang Betul....


Haiiiii Sahabat๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐ŸŒบ

Kurang lebih satu pekan yang lalu May baru aja baca tentang remake serial drama Mandarin yang judulnya A Love So Beautiful. May pribadi nantiin banget serial ini di remake jadi K-drama. 

Why??? 
Gak tau ya, setiap bagian drama ini. Tokohnya ataupun karakternya seolah lekat banget di pikiran penonton, karena aktor dan aktrisnya bawain-nya seolah ya itu diri mereka yang sebenarnya (mode sok-sokan, on). 

So May bakalan bahas drama ini sebelum remake-nya beneran udah jadi. You must read until end, Sahabat.... 

Drama ini kalo bahasa Mandarinnya Zhรฌ Wรด Men Dฤn Chรบn Dรญ Xiรขo Mau Hรขo, May gak hafal-hafal๐Ÿ˜‚. Genre drama ini lebih ke komedi, drama romantis gitu dan pertama kali tantang dengan 23 episode+ 1 ekstra episode lebih kayak ke flashback pada tanggal 9 November s.d 7 Desember 2017. Ketika kalian nontonnya, gak akan nyangka kalo drama ini tahunnya segini. Cerita serial drama ini diangkat dari novel karya Zhao Gangan dengan judul To Our Pure little Beauty dan saat dibuat drama disutradarai oleh Yang Long dengan lokasi syuting di Zhuji, Hangzhou. 

Okay, itu tadi sedikit eksternal dari drama ini sendiri. May akan mulai ke internalnya dan semoga gak mengandung spoiler ya๐Ÿ™‚

C'mon beb.... 

SINOPSIS:

        Masa SMA merupakan masa paling indah---katanya. Masa ini tuh selalu jadi cerita dibalik cerita, apalagi terkait cinta. Chen Xiaoxin yang diperankan oleh Shen Yue mengalami yang namanya jatuh cinta kepada teman, tetangga sedari TK-nya yaitu Jian Chen yang diperankan Hu Titian. Rasa cinta gadis periang ini seolah tanpa beban dengan perilaku kecilnya yang manis dan lucu sebagai bentuk usaha penarik perhatian lelaki dingin yang padahal selalu satu sekolah dan satu atap rumah susun sedari kecil dengannya. 

      Jian Chen adalah sungguh kebalikan dari seorang Xiaoxin, dingin, tenang, dan cerdas. Meskipun begitu, seolah karakter ini menarik dan memikat banyak penonton dan tidak terlepas dari greget yang dialami selami melihat serial drama ini. Perhatian kecil dimulai dari membawa sarapan setiap pagi, menjadi feminim, dan mencoba pintar dengan tindakan konyolnya dilontarkan sebagai perwakilan dari perasaannya, tetapi semuanya seolah dianggap angin lalu oleh Jian Chen. Semua berubah saat Wu Bosong atlit renang nasional yang diperankan oleh Gak Zhiting, lelaki yang memanggilnya 'Bos' dan berusaha selalu ada saat dibutuhkan. Hampir beberapa episode awal hanya disuguhi rasa cemburu kepada Li Wei---gadis pintar dan cantik di kelas dan suka kepada Jian Chen. Kedatangan Wi Bosong seolah menjadikan kerumitan dan keadilan dalam kisah ini. Kecemburuan Jian Chen dikemas dengan keanehannya dan itu mengemaskan☺

       Drama ini gak hanya bercerita tentang kerumitan dari cinta segitiga, namun juga tentang perjuangan memasuki jenjang perguruan tinggi. Kalo dari sudut pandang May pribadi kita seolah diajak berpetualang kembali ke masa dimana putih abu menjadi cerita gitu. 

Rasa nontonnya gak sampe meninggal kok๐Ÿคญ

       Drama Mandarin selalu dengan ciri khasnya banget tentang kehidupan sosial dan pendidikan yang jadi saya tarik tersendiri dibanding drama keluarga lainnya. Cerita di dalamnya membuat bergejolak dan penasaran kelanjutannya dari setiap episode. Meskipun May akui setiap peristiwa yang diangkat merupakan hal receh yang ada dan terjadi di sekitar kita, terutama remaja. May takjub dari ceritanya adalah kepiawaian sutradara dan penulis membawa alur yang tidak disadarinya penonton, salah satunya tentang '5 Sekawan' yang tanpa kita sadari melewati berbagai masa bahagia dan krisis bersama. 
        Persahabatan di dalamnya dikemas sedemikian rupa berbeda dari cerita persahabatan yang ada. Misalkan scene menolong Xiaoci dari amarah sang Guru Fisika, bermalam tanpa sengaja karena 'kuis berhadiah' yang akhirnya membuka tabir cinta Wu Bosong. Atau bagian lain mengenai ayah, hadiah, dan perselingkuhan yang ternyata jam tangan bukan untuk siapapun, baik Xiaoci maupun Jingxiao (Wang Ziwen). 
          Tapiiiiii....
Love triangle bukan menjadi satu-satunya saya tarikan sorotan. Kisah Lu Yang (Sun Ning) membuat request dan review meminta sequel dari pemeran tersebut bersama Jingxiao. Kalau dari sudut pandang cerita gak diragukan lagi, bahkan May menemukan banyak sekali review yang gak move on dari cerita dan pemeran beserta karakter para aktor dan aktris. Membangun karakter baru kembali akan lebih sulit, bayang-bayang A Love So Beautiful menghantui. May rasa. 

Cukup ya spoiler yang ditahan-tahan ini๐Ÿ˜

        Meskipun cerita terlihat fokus dengan cinta-cintaan anak muda, terlebih saat melirik judulnya sendiri, tetapi semua akan berubah ketika kalian selesai menontonnya. Dilema Xiaoxi yang takut akan tidak satu Perguruan tinggi dengan Jian Chen seolah mewakilkan siswa yang dilema tentang jenjang lanjutannya yang tidak akan didapatkannya di tempat favorit atau tidak sesuai planning yang telah dimimpikan. Persahabatan yang selayaknya seleksi alam tergambar dan tersirat jelas di dalam cerita, persaingan secara alami terjadi antarsatu dengan yang lain. Masa sulit yang datang menghampiri menjelaskan hanya orang-orang itu saja yang ada di sisi. Masa pasca studi seolah terus membuat lingkungan berganti dan bersaing dengan realita, semua dihantarkan dengan cerita yang apik dan mudah dicerna. 

Perfect banget May, gak ada munisnyakah? ๐Ÿคจ

Ada. Gak ada yang sempurna. 

Misal, di kasus tertidurnya Xiaoxi yang me menunggu di pagi buta dengan posisi duduk. Dia tidak terjaga sama sekali sampai matahari terang, tetapi semua tertutupi oleh momen manis yang disuguhkan. Kebegoan dan gengsi Jian Chen yang memberi MP3 saat karantina. nyebut nama Xiaoxi aja susah kali. ๐Ÿ˜

Terlepas dari itu semua, bagus atau gak-nya balik ke individu masing-masing. Note! Serial drama ini amat sangat rekomendasi buat kalian terutama yang suka kali dengan drama keluarga. 

Oh ya, hal yang paling May gak nyangka adalah ending yang dibuat open ending. Satu sisi tidak memuaskan penonton, tetapi di sisi lain membuat kesesuaian ending yang 'terserah' penonton. Sekarang May lagi cari novelnya yang terjemahan, semoga segera bertemu. ๐Ÿ™ƒ


Last but not least.... 

"Cinta bukan hanya perkara sepasang insan yang terus hadir dan memandangi satu dengan yang lain. Lebih dari itu, semua terlihat indah ketika satu dengan yang lain terus bertahan membersamai dalam setiap langkah, pikiran, dan doa"




Musi Banyuasin, 5 Agustus 2020
My May ❤


Sumber: Wikipedia dan beberapa media berita daring 

Senin, 03 Agustus 2020

Tips PKL Anti Ribet....

Hai ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹
May seharusnya posting ini dari kemerin-kemarin, but kelelahan dan sibuk dengan Idul Adha ๐ŸŒบ

Buat semua saudara muslim May, gimana lebaran qurban-nya? Qurban perasaan atau hewan tahun ini? ๐Ÿ˜…
Semoga segera diberi sempat dan nikmat harta, biar punya ๐Ÿฎ๐Ÿ‚๐Ÿ„๐Ÿ๐Ÿ‘

          Sesuai judulnya, May bakal berceloteh ria mengenai PKL. Sayangnya gak sama dek Ria (Hai adek ๐Ÿ‘‹). Sebelumnya, harus kenal dulu apa sih kepanjangan dari PKL. PKL atau Praktik Kerja Lapangan atau simple-nya jalan-jalan. Iya, Jalan-jalan kalau di kampus May, meski balik lagi ke masing-masing individu buat ambil hikmahnya. 

PKL sendiri biasa menghabiskan kurun waktu 5 s.d 14 hari (2 pekan) dengan tujuan dan destinasi Perguruan tinggi lokasi setempat dan wisata pastinya. Bisa aja ke luar kota je atau bahkan ke luar negeri, kayak program studi May. Rata-rata yang ke luar negeri adalah yang memang berhubungan dan butuh akan ilmunya. Ilmu bahasa negara tersebut, pendidikan anak, hubungan atau sosial masyarakat, etc. 

Nah, terus kenapa tipsnya biar gak riweh alias ribet sama si PKL? 
Sebab, PKL itu.... 

1. Waktu singkat
Iya, PKL dengan minimal 3 lokasi (kota/negara) dalam sekali pergi dengan waktu yang minim (terlebih kalau negara, waktu pergi bisa jadi 5 s.d 7 hari aja) kebayangkan? 

2. Lokasi pindah dengan cepat
Melanjutkan dari yang di atas, 3 lokasi ini hanya akan kita rasakan menetap selama kurun waktu 1 s.d 2 hari je dan pindah begitu seterusnya. Perlu kalian tahu (tapi gak tempe) 1 s.d 2 hari itu gak full, akan dibahas di bawah. Next.... 

3. Banyak di jalan
Bukan banyak lagi, bahkan kalian akan merasa menyatu dengan jalan dan lift hotel. Check-in dan check out dalam waktu singkat dan taraaaa...di jalan antara satu tempat ke tempat lain biasa menghabiskan berjam-jam. Orang yang mual perjalanan? Hemm
....you must relax Sahabat๐Ÿ’† 

4. Rame
Yups... Ini yang akan jadi kenangan banget kalian satu angkatan pergi jalan-jalan barengan dan tentu kalian gak akan tau kapan lakuin hal itu lagi. Biasanya yang suka mual gak akan berasa hal itu karena kegaduhan yang terjadi. (Jadi kangen temen kelas) ๐Ÿ˜Œ

Gimana? Udah kegambar PKL di pikiran kalian sahabat? 

Ribetnya kegambar juga gak? 

          Waktu singkat buat kalian akan sangat-sangat anti yang namanya cari-cari barang ke sana ke sini. Oleh karena itu, kalian harus mengorganisir atau mengatur letak barang bawaan kalian. Hal ini bisa dilakuin dengan pembagian bawaan, pakain, hari pertama pake apa, ke-dua, ke-tiga, dan seterusnya. Ditumpuk je semuanya barengan (biar gak jomblo). Dari mulai yang terdalam sampaiiiiiiiiiii dengan terluar ๐Ÿ˜… nyambungkan ya? 
           Cepat berpindah mengharuskan kalian gak bisa bawa banyak barang. Memangnya kalian mau pas di jalan sibuk ceklis daftar hadir barang? Gaklah. Waktu kalian bareng temen-temen dan merasakan lokasi yang gak pernah kalian kunjungin itu amat sangat berharga. Catet. Makanya, harus banget susun barang rapi-rapi. Baju kotor harus ada wadah khususnya. Buat cewek, skincare dan sebagainya taruh terpisah. HP, uang, barang berharga dan barang-barang kecil masukin ke tas yang dibawa terus, karena kita juga gak tau kapan bisa hilang barang-barang itu. Lipat dengan digulung aja baju-baju, selain menghemat tempat kondisi pakaian juga gak terlalu berantakan semisal di hotel atau temen kalian gak ada setrika. 
        Next! Jangan aneh-aneh di tempat orang, terlebih luar negeri yang pasti budayanya beda dengan negara sendiri. May saranin minimalisasi keluar atau jalan-jalan sendiri, harus bareng temen dan usahain gak terlalu malem. Pas PKL selalu ada me time buat kita jalan sendiri bareng temen ketika udah check-in hotel. Hal itu biasanya malem waktunya, jadi harus pinter-pinternya kita buat stay safe selama di sana. Dan perlu banget diingat buat semua sahabat yang baca berperilakulah sesuai norma yang baik. Kalau gak tau NANYA๐Ÿ‘Œ
         Ole-ole bakalan jadi kepusingan tersendiri. Beli makanan khas yang gak ada di tempat asal kita, dan barang kecil/-kecil yang menandakan lokasi tujuan kita. Hal yang diinget adalah perlu sangat untuk gak khilaf makanan, karena bakalan berasa banget gak ada yang kesisa. Puing-puing PKL, padahal uang habis banyak. 
         Hal paling harus diinget apa sih May? Ibadah. Beneran deh, May saranin tanya sama pemandu wisatanya, di waktu selanjutnya (terutama muslim yang sholat 5 waktu) akan berhenti untuk sholat apa gak. Kalau gak, qashar-kan sholat kalian sahabat. Hal yang harus jadi motivasi kalian buat sholat tetap lengkap adalah kalian menyatu dengan jalan, waktu selanjutnya belum tentu kalian temuin. Meskipun ajal gak kenal tempat sebenernya. 


⬇⬇⬇
Terburu-buru itu gak baik, pun terlalu meringankan suatu hal juga sama gak baiknya. Pikirkan dan luangkan waktu sebagaimana mestinya mempersiapkan dan jangan panik dan berlebihan. Setiap hal punya porsi masing-masing sahabat ๐Ÿค—

Selamat PKL setelah pandemi berakhir๐ŸŒป

Musi Banyuasin, 4 Agustus 2020
My May ❤



Kamis, 30 Juli 2020

JE(RAWAT)

           May sudah lupa  sejak kapan mulanya jadi tempat konsul teman terkait permasalahan kulit, terutama area wajah dan lebih tepatnya si Jerawat.  Apabila May sekarang mau buat cerpen, tokoh utamanya adalah si Jerawat. Muncul sebuah pertanyaan, apa sih yang kalian pikirin pertama kali saat ketemu dia? 
Insecure….
Malu….
Sakit….
Pusing….
Stress….
Etc.

YA, SEMUANYA.

May mau nulis cara mengatasi jerawat ya? Not guys.
Lebih dari itu, sebuah sejarah panjang tentang jerawat wkwkwk gakdeng.

May kali ini akan cerita atau lebih tepatnya flashback saat masa sulit, dimana Jerawat menjadi teman baik May. FYI tulisan ini akan mengandung unsur diri May sendiri selaku penulis dan pemberitahuan awal, bahwa gak akan ada testimonya ya. Bukan iklan soalnya.๐Ÿ˜

            Kisah ini akan dimulai pada zaman saat May masih unyu, baru lulus esemah dan masih berwajah mulus. Selama sekolah menengah, wajah ini gak perna bersentuhan dengan yang namanya jerawat sampai lulus dan mengalami satu tahun penuh air mata, tapi ini bukanlah ceritanya. Pada  satu tahun itu May harus merasakan pengangguran yang beneran pengangguran. Akhirnya, usaha dan proses dilengkapi dengan doa menghantarkan ke Universitas yang diinginkan dengan Program Studi yang juga memang disukai, meski belum suka profesi akhirnya. Pada saat itu. Semua berbalik, Alhamdulillah sampai sekarang May menikmati dan menerima semuanya, perlahan lebih mensyukuri yang dimiliki.
Tahun pertama di masa kuliah tidak seperti Mahasiswa baru umumnya yang memang polos tanpa lipstick, dsb. May sudah mengenal itu dan malah kebalikannya, semakin tua semester semakin hilang hiasan di wajah. Pertengahan semester awal adalah waktu bermulanya wajah ini  diselimuti si Jerawat yang menyiksa, sakit luar biasa. Meradang. 

           Awal tumbuh di kening berupa brutusan yang emang lama-lama membesar. Perlahan tapi pasti muncul di pipi kiri dan kanan, sesekali di bagian hidung dan dagu. Jangan bayangkan jerawat kecil yang kalau pecah, mengering dan hilang. Not Sahabat. Wajah ini beneran diselimuti oleh batu kerikil kecil-kecil yang kalau kita pegang kayak  struktur tanah kering yang retak-retak gak rata. Itu beneran like a dream, Cuma tujuh hari alias satu pekan semua bertransformasi menjadi tekstur bulan.
Berangsur-angsur kepercayaan diri menurun. 

       May selalu pakai masker kemana-mana(kayak new normal guys), jadi seorang yang pendiem padahal aslinya kayak gak pernah habis baterai. Pengobatan alami, sampai kimia. Murah sampai dengan  lebih gak murah. Luar sampai dalam. Ujung sampai pangkal dunia. Bener-bener kayak udah buntu jalan menuju kemulusan kembali. 
        Pada saat itu di pikiran May “Dasar Kamu, udah pendek, kecil, jelek lagi! Untung gak item (meski sekarang lebih hitam dari dulu).๐Ÿ™ƒ” Jujur saat ini May menyadari betapa menghinanya diri sendiri itu atau sadar diri itu lebih sakit, karena kita tahu apa yang jadi kekurangan dan gak tau bagaimana mengatasinya. Apa yang May sebut di atas itu memang dirasain dan ‘Betapa gak adilnya dunia’ otak sampai di titik itu berpikirnya. Dasar May, padahal baru ujian kecil. Kufur baget sama nikmat yang udah dikasih. Dikelilingi sama temen-temen, kakak dan mbak yang selalu ngajak kepada hal kebaikan, dikasih waktu yang habis sebab kebermanfaatan. Nikmat yang langkah banget dan baru disadarin saat orang-orang tersebut perlahan pergi, waktu seolah sibuk dengan hal gak berfaedah, ketika itu baru berpikir untuk bersyukur.
              
            Setelah lama berkutak dengan sesal dan sedih itu, May menyadari semua yang terjadi pasti punya hikmahnya sendiri. Kesadaran itu bahkan muncul saat putus asa itu udah di atas kepala.

         Perlahan buka masker yang biasa nutupin jerawat di pipi. Hasilnya cahaya matahari bisa ngebantu ngeringin jerawat dan ngerasain sendiri kalau jerawat lagi meradang lebih cepat prosesnya saat disinari matahari. 

Terus apa sih inti tulisan ini? Gak ada wkwkwk

Gak kok, ada. May gak tau bisa buat kalian ngeh apa gak. ๐Ÿ˜…

          Selama kurang lebih satu tahun May mengalami fase Jerawat,  banyak empati dan simpati dari temen-temen, sahabat. Ada yang berkata ‘sabar’. Ada yang rekomendasi tentang obat jerawat. Ada juga yang nyebelin…. ⬇⬇⬇

ihh kok bisa jerawatan banyak, cepet banget”
“udah diobatin belum, pati asal-asalan obatnya.”
“Jarang cuci muka kali?”
“asal-asal si pilih make up”
Bunuh orang boleh tak? 

Dan, kalian tahu? masiiiiiiiiiiihhhhhhhh banyak penghakiman lainnya. Bagi May kalimat-kalimat itu sebuah penghakiman saat itu, berbeda sekarang terasa biasa aja. 

Baperan? Gak gitu. Memang siklusnya, orang yang sedang atau perna mengalami suatu masalah lebih sensitif dengan masalah itu, dibanding yang cuma komentar dengan modal sekadar lihat. Apalagi kalau ditambah, mereka bukan simpati, tetapi cuma pengen kepo. Cepet say bye-bye deh. 

May selalu mikir, orang-orang ini hakim duniakah? Not-kan ya?

Ada baiknya kalian yang memang menemukan kesedihan, kemalangan, ketidaksempurnaan temen-temen, keluarga atau orang di sekitar kalian, bisa gak sih gak menghakimi? Kalau gak bisa kasih saran, kasih semangat. Cukup. 

         Sekadar nanya, boleh aja. Pakai kalimat yang dipilih. Kita gak ada yang tahu malu, sakit, pusing, stress, itu asalnya dari mana, bisa jadi itu dari kata-kata kamu Beb. Hal yang harus selalu kita sadarin, apa yang terasa biasa bagi kita, belum tentu biasa bagi mereka.

Sebenernya hal ini gak cuma buat kasus jerawat yang emang keliatan banget. Lebih kepada semua hal yang menyangkut hati manusia, cobalah buat berpikir ulang. Itu udah bener atau belum kalimatnya? 

          Endingnya, May sembuh dari jerawat dan hikmahnya lebih memahami dunia yang jadi tempat kaki ini berpijak. Berat? Iya, sangat bahkan, tapi dibanding itu, banyak hal yang jadi pembelajaran dan pendewasaan. Gak hanya sekadar tentang perawatan wajah, tapi perawatan hati yang berpengaruh sama semua hal yang ditemui atau dihadapin.

Rawat hatimu, apabila wajahmu gagal dirawat, hatimu siap menghadapi dan bangkit. Sederhana, tapi itu berat Sahabat.๐Ÿ˜Š

Remember it!
“Kita emang gak bisa membuat hati, sikap, dan perbuatan orang lain selalu baik ke kita. Hal yang harus kita sadarin adalah tentang diri kita sendiri yang bisa mulai buat lebih memilih dan memilah yang baik untuk si A, B, C atau Z sekalipun. Semua berbeda, menyama-nyamakan itu bukan hal baik, apa lagi sama kamu. Iya kamu, yang ‘sempurna’. Satu hal yang harus selalu diigat, TENANG, ADA PEMILIK SKENARIO KEHIDUPAN. Jalanin sebaik-baiknya, terima dengan sebaik-baiknya juga”.

Everything will always okay. Believe it!


Musi Banyuasin, 30 Juli 2020
My May ❤


Senin, 27 Juli 2020

I'M ILFEEL

Setelah sekian lama ruang celoteh ini berdebu, pada akhirnya berbunyi lagi ๐ŸŽŠ๐ŸŽ‰

      Tik…tik katanya, tapi gak bunyi hujan๐Ÿ˜…. Sejak 2013 blog ini May miliki, sudah banyak artikel yang May buat tanpa dibaca orang lain. Tahun 2020, di tengah teman-teman yang mengisi waktu pandemi ini dengan nge-blog, mungkin inilah saatnya memulai kembali. Berjuta kali menetapkan hati untuk berceloteh lagi, akhirnya tepat di hari ini. #autosokpuitis

Taraaa….you have to read to the end sahabat!๐Ÿคฉ

             Kita mulai ya ngedongengnya๐Ÿ˜ Beberapa hari lalu, seorang adik cerita panjang dan sempat mengatakan satu kata yang terdengar tidak asing bagi May sendiri "ilfeel". Ilfeel bisa dikatakan sebuah ungkapan perasaan seseorang yang hilang kepada orang lain dan berganti dengan rasa negatif, biasanya disebabkan  tingkah laku atau lisan orang tersebut di lingkungannya. Perasaan ini terbilang wajar untuk seorang insan yang notabenenya merupakan mahluk sosial yang berinteraksi dengan satu dan yang lainnya, tetapi May mikir apa sih jadinya kalau perasaan ini terlalu berlebihan? Kan semua hal yang berlebihan gak baik. ๐Ÿ˜‰

           May coba survey kecil-kecilan ke beberapa teman dan hasilnya 1:10 dengan poin lebih besar untuk seorang perempuan merasa ilfeel kepada orang lain, dibanding laki-laki. Bisa jadi hal ini terjadi karena faktor perempuan lebih ambil peran dengan perasaan dibandingkan pemikiran, kayak laki-laki. Dari survei itu, May nemuin banyak dampak sama lingkungannya ketika perasaan itu hadir di hati atau pikirannya.

1. Ketidaknyamanan Beraktivitas
      Pada saat ilfeel menjalar ke pikiran (hati), otak membuat respon untuk merasakan ketidaknyaman kepada diri saat berada di sekitar orang yang kita rasa ilfeel. Teman May sampai ada yang bilang “ya gimana gitu, kalau kita udah ilfiil sama orangnya, rasanya perbuatan baiknya berasa angin lalu gitu”.

2. Selisih Paham Dengan yang Bersangkutan
          Rasa ilfeel muncul ketika seorang sangat memperhatikan gerak orang lain hingga melihat keanehan, kejanggalan atau bahkan berlebihannya reaksi seseorang terhadap sesuatu. Poinnya berarti, orang yang ilfeel terhadap orang lain bukan berarti yang di-ilfeel-in melakukan kesalahan, ya gak sih? tetapi perasaan ilfeel menuntun rasa tidak akan sejalan dengan orang lain yang dia rasa ilfeel. Nyambung gak? May muter-muter๐Ÿ˜ต

3. Memunculkan Permusuhan
               Orang yang telah memberi impuls kepada otak tentang rasa ilfeel  dengan otomatis menghindari apapun dan bagaimanapun hal-hal terkait orang tersebut. Dengan kata lain akan meminimkan komunikasi antara keduanya,. Selanjutnya, hal yang terjadi timbul rasa canggung berlebih dan memutuskan silaturahim, hingga hilang tak berbekas. Sakit. ๐Ÿ’”

4. Ghibah Ataupun Fitnah (Intinya Ngomongin Orang)
             Parahnya ini, jika setiap step by step orang sakit ada tahapannya ini tahapan terparah dari ilfeel. Ketika semua teredam dan menemukan kesalahan sang empu yang di-ilfeel-in udahlah otomatis (apalagi cewek) dia akan bercerita ria dengan teman yang satu frekuensi dengannya, berdoa saja si teman tidak bicara sama temannya lagi dan begitu seterusnya. Bisa dosanya gotong royong kan ya๐Ÿคฃ

Setelah dampak-dampak ilfeel dijelasin sedemikian rupa, pertanyaan yang May ingat betul adalah tentang bagaimana agar rasa ilfeel ini gak muncul dengan mudahnya di pikiran kita (tapi bagi May, sebenarnya, itu ilfeel ada di hati, gak di pikiran aja). To the list again yau….

1. Tak Kenal, Maka Tak Sayang
               Kata-kata ini sering banget didenger buat pembukaan moderator atau gak pembawa acara ketika mau kenalan ke penonton (audiens). Biasanya, May gak mau buat perspektif (gitu gak si tulisannya) di awal kenalan atau awal ketemu orang, karena kita gak bisa menilai orang hanya dengan melihat satu atau dua kali yang dia lakuin ataupun tingkahnya. Jangankan yang baru kita temui, teman lama kita aja belum tentu kita kenal dengan sangat-sangat kenal. Maka dari itu, bagi May gak adil buat siapa pun ketika baru mengetahui orang lain, tetapi sudah pandai menilainya. Kan kita bukan juri pencarian bakat ๐Ÿ˜…

2. Gak Ada Andra N The Backbone ‘Sempurna’
            Kalau udah kenal lama, inget ini! Harus dan sangat. Iyalah, manusia mana yang sempurna? Manusia itu tempatnya kekurangan. Entah itu kurang dompet, kurang ajar aja jangan ya hehehe. Hal ini bisa jadi sebuah rujukan, dimana ketika kita kenal sama orang jangan sampai kita berekspektasi lebih kepada orang itu. Nanti kecewa, ilfeel pun terbit. Boleh saja berekspektasi, tetapi bukan berarti harus sempurna tanpa celah dan sesuai keinginan kita. Pun kita juga harus tau diri kalau kita juga banyak kesalahan dannnnn dunia gak seindah itu sahabat. Sesuai keingannmu, oh tidak bisa.

3. Setiap Hal Ada Pembelajarannya
            Hal yang kadang May selalu melupakan adalah sebuah pembelajaran dari kemalangan atau hal memalukan yang diperbuat orang lain. Biasanya, orang gak akan merasa apa yang dia perbuat itu gak baik sebelum diigatkan oleh orang lain. Bisa juga kita menyadari kesalahan itu dalam jangka waktu tertentu. Contoh sederhananya, hari ini kita foto, besok kita lihat hasilnya, akan timbul dua hal yang bisa jadi bagus, atau malah kita gak sadar pose kita itu gak banget buat dilihat orang lain, terus kita hapus deh. Sama, hal yang buat kita ilfeel juga bisa jadi gitu. Tugas kita mengingatkan dan juga ambil pelajarannya apabila menemukan situasi yang sama, atau kalau berasa berat kita bisa pilih salah satunya. Lalu berdoa, semoga waktu menyadarkannya. 

4. Ngomongin Orang Sama Musuhan Tuh Dosa, Rugi
            Bener=ghibah, salah=Fitnah. Terus masih mau dilakukan, meski nikmat si memang๐Ÿ˜„. Dosa memang nikmat. Seperti yang udah May buat poinnya, rasa ilfeel itu tanpa sadar membuat jarak dengan orang lain yang kita rasa 'Dia ng-ilfeel-in banget sih'. Itu buat rugi, sangat. Bisa jadi kamu butuh bantuannya suatu hari nanti. Dunia itu gak berputer sama diri kita aja, bisa jadi kita gak masuk di dalam porosnya.

May ngomongin tentang ilfeel gak hanya karena salah satu adik yang cerita tentang rasa itu, tetapi lebih ke self reminder buat May juga, atau kalian juga. Senangnya saling mengingatkan๐Ÿค—. Mungkin pemikiran May gak semuanya bener, tapi itu hasil dari May ngulik-ngulik ngasal dari orang-orang yang hobbynya adalah ilfeel. Gak juga hobby sih sebenarnya, tapi pernah๐Ÿ˜† Terakhir, hal yang harus selalu ditanemin buat siapapun termasuk diri May sendiri 

“Setiap orang punya kadar salahnya masing-masing, dan sifat, serta sikapnya sendiri-sendiri. Tugas kita mengingatkan, bukan untuk mengubahkan semau kita, apabila semua terasa sulit, diam. Iya, karena kita gak perna tahu, kata mana yang bisa buat hatinya rapuh. Doain ke pemilih hati, itu udah lebih dari cukup. Daripada ngomongin orang lain”.  


Musi Banyuasin, 28 Juli 2020
Celoteh My May 

Hati=Lisan

Hai !!! Udah lamaaaaaa banget, Aku nggak nulis di sini. Terasa berat memang, karena bebarengan dengan penulisan skripsi yang ngg...