Sabtu, 22 Agustus 2020

Mahasiswa Baru, Kuyakin Kalian Rindu ๐Ÿ˜Š

Pict: IDN Time

Second part of the movie topic in my blog.... 
Okay, May akan bahas tentang film dari Indonesiaku yang telah berumur 75 tahun beberapa hari yang lalu. Eloklah terus negeriku ๐Ÿค—

Judul film kali ini adalah Mahasiswa Baru, rilis 8 Agustus tahun lalu, disutradarai oleh Lukman Sardi dan Reza Katja. Genre film komedi-drama. Komedinya sendiri ringan dan sedikit kurang mengocok perut memang, tetapi dramanya kentel kayak SKM. Film ini rilis tepat ketika banyak beberapa universitas di Indonesia masuk tahun genap. 

Apabila setiap orang mendengar kata Maba atau Mahasiswa Baru pasti yang terlintas tentang.... 
Unyu. 
Cantik. 
Muda. 
Dannnnnnn masih banyak lagi, kecuali keriput. 

But alias tapi, di film ini logika kalian akan diporak-porandakan. 

Sinopsis: (semoga ini gak bermakna spoiler, tapi tetap tugasnya sinopsis) ๐Ÿ˜

Lastri diperankan oleh Widyawati kembali ke bangku kuliah di usia senjanya membuatnya bertemu empat remaja dengan latar belakang dan ego mereka masing-masing. 

Cerita film ini berkesan ringan, dirangkai dengan epic sampai kita merasa semuanya plotwist ringan. Film ini memaparkan sudut pandang berbagai karakter mahasiswa baru dengan kelahirannya dan 'keikut-ikutannya'. 

Penilaian pribadi tentang film ini berasa gak  ada celah untuk mengatakan kurang, meskipun terkesan lambat alurnya, tapi gak buat kesel. Bagi May pribadi yang emang sebagai mahasiswa juga merasa relate banget dengan yang ada di film dan ditemui di dunia nyata. Kalau May merasa film ini bagus karena memang konflik yang diangkat pas dan diraskan semua mahasiswa ini hanya opini May je. 

Film ini rekomen? Iya, terlebih untuk kalian para Mahasiswa Baru, ditambah pandemi kalian belum bisa merasakan satu semester baru. Untuk para pejuang pengenalan kehidupan kampus, smangat bermanfaat terus guys.... 

Film dengan happy ending yang berawal dari nenenk berkuliah menghantarkan kepada permasalahan banyak teman barunya, adaptasi yang gak berujung di pikiran Lastri, hal itu pun terjadi pada Mahasiswa Baru tlyang sesungguhnya. 


"Kehilangan bukan berarti kau harus berhenti. Kehilangan adalah alasan untuk kamu terus bergerak. Lagupun akan mengalun tanpa tahu kapan berkahir, saat ini nikmati saja alunannya"
~Lastri "Mahasiswa Baru"



Musi Banyuasin, 25 Agustus 2020

Rabu, 05 Agustus 2020

A Love So Beautiful, Kebayang Betul....


Haiiiii Sahabat๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐ŸŒบ

Kurang lebih satu pekan yang lalu May baru aja baca tentang remake serial drama Mandarin yang judulnya A Love So Beautiful. May pribadi nantiin banget serial ini di remake jadi K-drama. 

Why??? 
Gak tau ya, setiap bagian drama ini. Tokohnya ataupun karakternya seolah lekat banget di pikiran penonton, karena aktor dan aktrisnya bawain-nya seolah ya itu diri mereka yang sebenarnya (mode sok-sokan, on). 

So May bakalan bahas drama ini sebelum remake-nya beneran udah jadi. You must read until end, Sahabat.... 

Drama ini kalo bahasa Mandarinnya Zhรฌ Wรด Men Dฤn Chรบn Dรญ Xiรขo Mau Hรขo, May gak hafal-hafal๐Ÿ˜‚. Genre drama ini lebih ke komedi, drama romantis gitu dan pertama kali tantang dengan 23 episode+ 1 ekstra episode lebih kayak ke flashback pada tanggal 9 November s.d 7 Desember 2017. Ketika kalian nontonnya, gak akan nyangka kalo drama ini tahunnya segini. Cerita serial drama ini diangkat dari novel karya Zhao Gangan dengan judul To Our Pure little Beauty dan saat dibuat drama disutradarai oleh Yang Long dengan lokasi syuting di Zhuji, Hangzhou. 

Okay, itu tadi sedikit eksternal dari drama ini sendiri. May akan mulai ke internalnya dan semoga gak mengandung spoiler ya๐Ÿ™‚

C'mon beb.... 

SINOPSIS:

        Masa SMA merupakan masa paling indah---katanya. Masa ini tuh selalu jadi cerita dibalik cerita, apalagi terkait cinta. Chen Xiaoxin yang diperankan oleh Shen Yue mengalami yang namanya jatuh cinta kepada teman, tetangga sedari TK-nya yaitu Jian Chen yang diperankan Hu Titian. Rasa cinta gadis periang ini seolah tanpa beban dengan perilaku kecilnya yang manis dan lucu sebagai bentuk usaha penarik perhatian lelaki dingin yang padahal selalu satu sekolah dan satu atap rumah susun sedari kecil dengannya. 

      Jian Chen adalah sungguh kebalikan dari seorang Xiaoxin, dingin, tenang, dan cerdas. Meskipun begitu, seolah karakter ini menarik dan memikat banyak penonton dan tidak terlepas dari greget yang dialami selami melihat serial drama ini. Perhatian kecil dimulai dari membawa sarapan setiap pagi, menjadi feminim, dan mencoba pintar dengan tindakan konyolnya dilontarkan sebagai perwakilan dari perasaannya, tetapi semuanya seolah dianggap angin lalu oleh Jian Chen. Semua berubah saat Wu Bosong atlit renang nasional yang diperankan oleh Gak Zhiting, lelaki yang memanggilnya 'Bos' dan berusaha selalu ada saat dibutuhkan. Hampir beberapa episode awal hanya disuguhi rasa cemburu kepada Li Wei---gadis pintar dan cantik di kelas dan suka kepada Jian Chen. Kedatangan Wi Bosong seolah menjadikan kerumitan dan keadilan dalam kisah ini. Kecemburuan Jian Chen dikemas dengan keanehannya dan itu mengemaskan☺

       Drama ini gak hanya bercerita tentang kerumitan dari cinta segitiga, namun juga tentang perjuangan memasuki jenjang perguruan tinggi. Kalo dari sudut pandang May pribadi kita seolah diajak berpetualang kembali ke masa dimana putih abu menjadi cerita gitu. 

Rasa nontonnya gak sampe meninggal kok๐Ÿคญ

       Drama Mandarin selalu dengan ciri khasnya banget tentang kehidupan sosial dan pendidikan yang jadi saya tarik tersendiri dibanding drama keluarga lainnya. Cerita di dalamnya membuat bergejolak dan penasaran kelanjutannya dari setiap episode. Meskipun May akui setiap peristiwa yang diangkat merupakan hal receh yang ada dan terjadi di sekitar kita, terutama remaja. May takjub dari ceritanya adalah kepiawaian sutradara dan penulis membawa alur yang tidak disadarinya penonton, salah satunya tentang '5 Sekawan' yang tanpa kita sadari melewati berbagai masa bahagia dan krisis bersama. 
        Persahabatan di dalamnya dikemas sedemikian rupa berbeda dari cerita persahabatan yang ada. Misalkan scene menolong Xiaoci dari amarah sang Guru Fisika, bermalam tanpa sengaja karena 'kuis berhadiah' yang akhirnya membuka tabir cinta Wu Bosong. Atau bagian lain mengenai ayah, hadiah, dan perselingkuhan yang ternyata jam tangan bukan untuk siapapun, baik Xiaoci maupun Jingxiao (Wang Ziwen). 
          Tapiiiiii....
Love triangle bukan menjadi satu-satunya saya tarikan sorotan. Kisah Lu Yang (Sun Ning) membuat request dan review meminta sequel dari pemeran tersebut bersama Jingxiao. Kalau dari sudut pandang cerita gak diragukan lagi, bahkan May menemukan banyak sekali review yang gak move on dari cerita dan pemeran beserta karakter para aktor dan aktris. Membangun karakter baru kembali akan lebih sulit, bayang-bayang A Love So Beautiful menghantui. May rasa. 

Cukup ya spoiler yang ditahan-tahan ini๐Ÿ˜

        Meskipun cerita terlihat fokus dengan cinta-cintaan anak muda, terlebih saat melirik judulnya sendiri, tetapi semua akan berubah ketika kalian selesai menontonnya. Dilema Xiaoxi yang takut akan tidak satu Perguruan tinggi dengan Jian Chen seolah mewakilkan siswa yang dilema tentang jenjang lanjutannya yang tidak akan didapatkannya di tempat favorit atau tidak sesuai planning yang telah dimimpikan. Persahabatan yang selayaknya seleksi alam tergambar dan tersirat jelas di dalam cerita, persaingan secara alami terjadi antarsatu dengan yang lain. Masa sulit yang datang menghampiri menjelaskan hanya orang-orang itu saja yang ada di sisi. Masa pasca studi seolah terus membuat lingkungan berganti dan bersaing dengan realita, semua dihantarkan dengan cerita yang apik dan mudah dicerna. 

Perfect banget May, gak ada munisnyakah? ๐Ÿคจ

Ada. Gak ada yang sempurna. 

Misal, di kasus tertidurnya Xiaoxi yang me menunggu di pagi buta dengan posisi duduk. Dia tidak terjaga sama sekali sampai matahari terang, tetapi semua tertutupi oleh momen manis yang disuguhkan. Kebegoan dan gengsi Jian Chen yang memberi MP3 saat karantina. nyebut nama Xiaoxi aja susah kali. ๐Ÿ˜

Terlepas dari itu semua, bagus atau gak-nya balik ke individu masing-masing. Note! Serial drama ini amat sangat rekomendasi buat kalian terutama yang suka kali dengan drama keluarga. 

Oh ya, hal yang paling May gak nyangka adalah ending yang dibuat open ending. Satu sisi tidak memuaskan penonton, tetapi di sisi lain membuat kesesuaian ending yang 'terserah' penonton. Sekarang May lagi cari novelnya yang terjemahan, semoga segera bertemu. ๐Ÿ™ƒ


Last but not least.... 

"Cinta bukan hanya perkara sepasang insan yang terus hadir dan memandangi satu dengan yang lain. Lebih dari itu, semua terlihat indah ketika satu dengan yang lain terus bertahan membersamai dalam setiap langkah, pikiran, dan doa"




Musi Banyuasin, 5 Agustus 2020
My May ❤


Sumber: Wikipedia dan beberapa media berita daring 

Senin, 03 Agustus 2020

Tips PKL Anti Ribet....

Hai ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹
May seharusnya posting ini dari kemerin-kemarin, but kelelahan dan sibuk dengan Idul Adha ๐ŸŒบ

Buat semua saudara muslim May, gimana lebaran qurban-nya? Qurban perasaan atau hewan tahun ini? ๐Ÿ˜…
Semoga segera diberi sempat dan nikmat harta, biar punya ๐Ÿฎ๐Ÿ‚๐Ÿ„๐Ÿ๐Ÿ‘

          Sesuai judulnya, May bakal berceloteh ria mengenai PKL. Sayangnya gak sama dek Ria (Hai adek ๐Ÿ‘‹). Sebelumnya, harus kenal dulu apa sih kepanjangan dari PKL. PKL atau Praktik Kerja Lapangan atau simple-nya jalan-jalan. Iya, Jalan-jalan kalau di kampus May, meski balik lagi ke masing-masing individu buat ambil hikmahnya. 

PKL sendiri biasa menghabiskan kurun waktu 5 s.d 14 hari (2 pekan) dengan tujuan dan destinasi Perguruan tinggi lokasi setempat dan wisata pastinya. Bisa aja ke luar kota je atau bahkan ke luar negeri, kayak program studi May. Rata-rata yang ke luar negeri adalah yang memang berhubungan dan butuh akan ilmunya. Ilmu bahasa negara tersebut, pendidikan anak, hubungan atau sosial masyarakat, etc. 

Nah, terus kenapa tipsnya biar gak riweh alias ribet sama si PKL? 
Sebab, PKL itu.... 

1. Waktu singkat
Iya, PKL dengan minimal 3 lokasi (kota/negara) dalam sekali pergi dengan waktu yang minim (terlebih kalau negara, waktu pergi bisa jadi 5 s.d 7 hari aja) kebayangkan? 

2. Lokasi pindah dengan cepat
Melanjutkan dari yang di atas, 3 lokasi ini hanya akan kita rasakan menetap selama kurun waktu 1 s.d 2 hari je dan pindah begitu seterusnya. Perlu kalian tahu (tapi gak tempe) 1 s.d 2 hari itu gak full, akan dibahas di bawah. Next.... 

3. Banyak di jalan
Bukan banyak lagi, bahkan kalian akan merasa menyatu dengan jalan dan lift hotel. Check-in dan check out dalam waktu singkat dan taraaaa...di jalan antara satu tempat ke tempat lain biasa menghabiskan berjam-jam. Orang yang mual perjalanan? Hemm
....you must relax Sahabat๐Ÿ’† 

4. Rame
Yups... Ini yang akan jadi kenangan banget kalian satu angkatan pergi jalan-jalan barengan dan tentu kalian gak akan tau kapan lakuin hal itu lagi. Biasanya yang suka mual gak akan berasa hal itu karena kegaduhan yang terjadi. (Jadi kangen temen kelas) ๐Ÿ˜Œ

Gimana? Udah kegambar PKL di pikiran kalian sahabat? 

Ribetnya kegambar juga gak? 

          Waktu singkat buat kalian akan sangat-sangat anti yang namanya cari-cari barang ke sana ke sini. Oleh karena itu, kalian harus mengorganisir atau mengatur letak barang bawaan kalian. Hal ini bisa dilakuin dengan pembagian bawaan, pakain, hari pertama pake apa, ke-dua, ke-tiga, dan seterusnya. Ditumpuk je semuanya barengan (biar gak jomblo). Dari mulai yang terdalam sampaiiiiiiiiiii dengan terluar ๐Ÿ˜… nyambungkan ya? 
           Cepat berpindah mengharuskan kalian gak bisa bawa banyak barang. Memangnya kalian mau pas di jalan sibuk ceklis daftar hadir barang? Gaklah. Waktu kalian bareng temen-temen dan merasakan lokasi yang gak pernah kalian kunjungin itu amat sangat berharga. Catet. Makanya, harus banget susun barang rapi-rapi. Baju kotor harus ada wadah khususnya. Buat cewek, skincare dan sebagainya taruh terpisah. HP, uang, barang berharga dan barang-barang kecil masukin ke tas yang dibawa terus, karena kita juga gak tau kapan bisa hilang barang-barang itu. Lipat dengan digulung aja baju-baju, selain menghemat tempat kondisi pakaian juga gak terlalu berantakan semisal di hotel atau temen kalian gak ada setrika. 
        Next! Jangan aneh-aneh di tempat orang, terlebih luar negeri yang pasti budayanya beda dengan negara sendiri. May saranin minimalisasi keluar atau jalan-jalan sendiri, harus bareng temen dan usahain gak terlalu malem. Pas PKL selalu ada me time buat kita jalan sendiri bareng temen ketika udah check-in hotel. Hal itu biasanya malem waktunya, jadi harus pinter-pinternya kita buat stay safe selama di sana. Dan perlu banget diingat buat semua sahabat yang baca berperilakulah sesuai norma yang baik. Kalau gak tau NANYA๐Ÿ‘Œ
         Ole-ole bakalan jadi kepusingan tersendiri. Beli makanan khas yang gak ada di tempat asal kita, dan barang kecil/-kecil yang menandakan lokasi tujuan kita. Hal yang diinget adalah perlu sangat untuk gak khilaf makanan, karena bakalan berasa banget gak ada yang kesisa. Puing-puing PKL, padahal uang habis banyak. 
         Hal paling harus diinget apa sih May? Ibadah. Beneran deh, May saranin tanya sama pemandu wisatanya, di waktu selanjutnya (terutama muslim yang sholat 5 waktu) akan berhenti untuk sholat apa gak. Kalau gak, qashar-kan sholat kalian sahabat. Hal yang harus jadi motivasi kalian buat sholat tetap lengkap adalah kalian menyatu dengan jalan, waktu selanjutnya belum tentu kalian temuin. Meskipun ajal gak kenal tempat sebenernya. 


⬇⬇⬇
Terburu-buru itu gak baik, pun terlalu meringankan suatu hal juga sama gak baiknya. Pikirkan dan luangkan waktu sebagaimana mestinya mempersiapkan dan jangan panik dan berlebihan. Setiap hal punya porsi masing-masing sahabat ๐Ÿค—

Selamat PKL setelah pandemi berakhir๐ŸŒป

Musi Banyuasin, 4 Agustus 2020
My May ❤



Hati=Lisan

Hai !!! Udah lamaaaaaa banget, Aku nggak nulis di sini. Terasa berat memang, karena bebarengan dengan penulisan skripsi yang ngg...