Hai !!!
Udah lamaaaaaa banget, Aku nggak nulis di sini. Terasa berat memang, karena bebarengan dengan penulisan skripsi yang nggak punya ujungnya kecuali lulus ๐
Semoga.... Aku, Kamu, Mereka, Dia dan Kita Semua dalam keadaan baik, sehat terus meskipun pandemi melanda tiada terputus๐
Tulisan ini bakal ngebahas tentang, kenapa sih orang-orang mengatakan maaf setelah melukai hati orang lain secara sadar itu berlaku untuk semua nggak sih?
Let's go to the read ๐๐๐
kehidupan sosial dan bermasyarakat selalu saya akan asing sama yang namanya bercanda, komunikasi, ngobrol, bahkan ngegibah ๐ konsep dari obrolan atau sosialisasi berbentuk komunikasi di keseharian, biasanya hanya memikirkan jangka pendek keberlangsungan pembicaraan. Sangat jarang atau bahkan tidak pernah memikirkan bagaimana dampak atau output dari kegiatan tersebut (serius banget bahasanya)๐คฃ
Orang-orang hanya sibuk tentang kebahagiaan sesaat ketika kegiatan keseharian itu berlangsung. Level tertingginya adalah ketika mereka tidak berpikir ulang tentang apa yang telah diucapkan hingga saat itu terasa menyakitkan, mulailah permintaan maaf diucapkan(tapi, banyak juga kok yang nggak minta maaf sama sekali, bacanya nggak tahu diri hihi).
Kita ketahui bersama tentang apa yang telah menggoreskan hati tidak serta merta mudah untuk diobati. Baiknya, apabila kamu ingin mengatakan sesuatu meskipun konotasinya adalah bercanda mari berpikir ulang. Kenapa hal itu harus kita lakukan ini menjadi tanda tanya yang besar di kepala, agar tidak terjadi drama permohonan maaf. Mending permohonan dana, dapat duit๐
Ingat ini ya temen-temen ❤️
Pertama, kita tidak pernah tahu hati orang yang kita bercandai itu sedang baik atau buruk.
Kedua, kita tidak tahu sikap aslinya mereka yang seutuhnya, apalagi tidak dalam konteks teman baik atau teman dekat bahkan bukan teman yang jangka lama.
Ketiga, luka yang tergores itu tidak bisa kembali lagi meskipun bisa terobati namun harus diingat luka tetap akan berbekas. Seperti yang dah dibilang di atas๐
Terakhir, biasakan menganalogikan diri orang adalah diri kita, jadi apabila kita menjadi dia bagaimana perasaanny?
Berasa tutorial masakan๐ฃ
Mulai sekarang biasakanlah untuk mulai berpikir tentang hati masing-masing orang yang ada di sekitar. Lalu, hal yang harus selalu diingat tentang lidah merupakan senjata yang paling tajam. Lantas, bagaimana cara kita berkomunikasi tanpa membuat hati orang lain sakit.
Pertama, bercandalah tanpa menghina kondisi, situasi, atau bahkan fisik seorang individu, kelompok maupun keluarga.
Kedua, biasakan memahami sifat dan sikap lawan bicara sebelum menuju titik saling bercanda.
Ketiga, lihat kondisi baik-baik lawan bicara. Apakah dia sedang baik atau buruk atau bahkan sedang ditimpa musibah.
Terakhir, senyum dan selalu tempatkan orang lain adalah diri kita agar merasakan situasi dan kondisi yang sama yang mereka rasakan.
Fix,besok buat tutorial masak๐คฃ
Segitu dulu obrolan dan opini yang gak mini ini๐ dari Aku. Nanti nulis lagi topik lain, kalau gak sok sibuk๐
"Jadilah seseorang yang baik dalam berkata-kata, sebab kata-katamu adalah cerminan dirimu"